Pengalaman pertama ternak jangkrik-kendala pemulai dalam memulai ternak jangkrik

Pengalaman pertama ternak jangkrik-kendala pemulai dalam memulai ternak jangkrik


Pengalaman pertama ternak jangkrik- Pemula memulai beternak jangkrik

Berawal dari tahun 2015 memiliki ide untuk beternak jangkrik, baru sekarang ditahun 2019 ini saya memulainya. Kenapa baru sekarang memulainya? Mungkin ini menjadi pertanyaan bagi yang membacanya, banyak faktor yang selalu menghalagi saya untuk beternak jangkrik, dua diantaranya adalah soal modal dan waktu.

Tahun 2015 saya adalah seorang pengangguran, belum memiliki pekerjaan, sehingga muncullah ide untuk beternak jangkrik. Sedikit demi sedikit saya mengumpulkan bahan untuk membuat kandang (box) mulai dari membeli teriplek dan kayu sebagai bahannya. Dengan dibantu teman dan memakai alat seadanya, sayapun berhasil membuat 1 box (kandang) jangkrik dengan ukuran 2 meter.

Berhubung saya belum kerja, dan tidak mampu membeli telur jangkrik yang waktu itu masih tergolong mahal bagi saya, kandang(box) yang sempat dibuat sempat tidak terpakai dan akhirnya dibongkar kembali. 

Waktu berjalan, dan saya akhirnya bekerja diperusahaan swasta. Kali ini kendalanya bukan karena tidak memiliki modal, melainkan waktu. Saya masih memiliki tekad untuk beternak jangkrik, dan modal untuk membuat dan membeli bahannya kali ini saya merasa mampu, Tetapi entah kenapa tekad saya selalu banyak yang meghalangi. Dengan pekerjaan yang saya jalani, saya merasa nanti akan menjadi sia-sia. Bagaimana tidak, saya berangkat kerja dari pagi hingga pulang sampai malam. Maka saya urungkan dulu untuk beternak jangkriknya. Saya masih memiliki tekad untuk ternak jangkrik sampai kapanpun walau bisa dibilang sudah terlambat karena sudah banyak peternak lainnya. Walau banyak kendala, tetapi saya yakin waktu mendatang saya bisa. Kendala yang saya hadapi saat ingin beternak jangkrik lainnya adalah lahan dan orang-orang terdekat. Ya, pada saat itu saya masih mengontrak dan tidak ada lahan yang tepat. Begitu juga keluarga saya tidak sepenuhnya mengijinkan saya untuk beternak. Dengan berbagai alasan, mereka membuat saya menjadi pesimis. Sempat mengurungkan dan pesimis, tapi entah kenapa setelah saya melihat orang-orang yang beternak jangkrik, tekad saya datang lagi. Terserah keluarga bilang apa, lahan yang tidak ada, serta untung ruginya ternak jangkrik. Yang terpenting bagi saya adalah saya akan jalani dahulu tekad saya ini, resiko juga akan saya tanggung sendiri, lahanpun saya pakai seadanya (dihalaman rumah, belakang, ataupun dalam dapur sekalipun). Insyaallah saya akan buktikan bahwa sayapun bisa dan akan sukses seperti yang lain. Selanjutnya saya akan ceritakan bagian yang kedua, memulai ternak jangkrik ditahun 2019.
Share This :