inilah alasan mengapa anak lambat berbicara

inilah alasan mengapa anak lambat berbicara
https://www.kejhe.com/2019/03/inilah-alasan-mengapa-anak-lambat.html

Para orang tua yang berbahagia, suatu hari saya pernah kedatangan orang tua yang mengeluhkan bahwa anaknya sudah berusia 1 tahun setengah, kok belum bicara-bicara...? Orang tua ini merasa bahwa dibandingkan anak-anak seusianya, katanya anaknya kok terlambat bicara. Padahal menurut medis anak saya pendengaran normal, bahkan panjang lidahnyapun normal-normal saja. Tapi kenapa ya anak saya kok tidak mau bicara. Begitu tanya orang tua ini dengan penuh kekhawatiran.

Lalu kami jelaskan bahwa menurut pengalaman kami anak yang belum mau bicara bisa disebabkan karena dua hal, yang pertama adalah yang bersifat psikologis, misalnya kurangnya stimulasi atau dengan kata lain orang-orang disekitarnya kurang banyak bicara alias pendiam, atau bisa juga karena anaknya terlalu sensitif sementara orang tuanya terlalu keras, sehingga anak lebih suka diam. Dalam kasus ini biasanya anak bukan tidak bisa bicara melainkan dia lebih memilih diam.

Kemungkinan kedua adalah si anak memiliki kecenderungan berpikir dengan menggunakan otak kanannya. Apa artinya.... ya seorang anak otak kanan adalah anak yang mendapatkan berkah dari Tuhan memiliki kemampuan untuk menjadi seorang pencipta dan penemu hal-hal baru di dunia ini baik dalam bidang seni ataupun bidang sains.

Berdasarkan penelitian anak yang cenderung berotak kanan adalah anak yang otak belahan kanannya lebih dominan dalam berpikir ketimbang belahan otak kirinya. Dan Roger Sperry seorang peneliti otak menemukan bahwa otak manusia bagian berpikir tingkat tinggi terbagi ke dalam 2 belahan yakni belahan kiri dan belahan kanan sesuai letak posisi tangan kita. Masing-masing orang memiliki kecenderungan dominan yang berbeda dalam berpikir. Dari kedua belahan tersebut ada anak yang lebih dominan menggunakan otak kanan, ada yang seimbang tapi ada juga yang lebih dominan otak kiri.

Anak yang dominan otak kanannya cenderung lebih mengembangkan organ-organ yang berhubungan dengan imajinasi dan kemampuan visualisasi, bukannya kemampuan berbahasa. Oleh karena kemampuan visualisasinya yang lebih dulu berkembang maka kemampuan anak dalam bicara menjadi seolah-olah terlambat, bila dibandingkan dengan anak-anak yang dominan otak kirinya. 

Jadi saya jelaskan pada ibu ini, bahwa sebisa mungkin orang-orang di rumah lebih banyak mengajaknya bicara meskipun ia belum merespon. Dan yang kedua saya melihat anak ibu ini dominan otak kanannya. Sebenarnya anak ibu ini tidak perlu menjalani terapi wicara selama lebih satu tahun seperti ini, karena nanti pada waktunya ia akan bisa bicara dengan sendirinya tanpa perlu diterapi. Tapi jika ibu ingin meneruskan terapinya juga tidak masalah, tapi perlu ibu tahu jika anak ibu nanti bisa bicara itu bukan karena terapinya melainkan karena memang sudah waktunya untuk bisa bicara.

Kira-kira 5 bulan setelah bertemu saya, orang tua dari anak tersebut menghubungi saya lagi dengan sangat gembira menyampaikan anaknya kini sudah bisa bicara, dan benar dia bisa bicara dengan sendirinya tanpa perlu di terapi.

Para orang tua yang berbahagia dimanapun anda berada, Bisa jadi apa yang anda alami dengan anak anda mirip dengan cerita ibu ini. Oleh karena itu janganlah panik jika anak kita terlambat bicara, pasti satu saat dia akan bisa bicara karena memang kita ini adalah species yang pasti bisa bicara.
Share This :