Cara terbaru budidaya lada untuk pemula

Cara terbaru budidaya lada untuk pemula
Sahabat kejhe tahukah anda bahwa tanaman lada salah satu komoditas perdagangan dunia yang dikenal dengan sebutan The King Of Spice atau dalam bahasa kita yaitu Raja Rempah-Rempah.

Budidaya lada

Di indonesia lada juga biasa disebut dengan nama merica atau sahang. Saat ini petani lada belum begitu banyak di setiap daerah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang enggan untuk membudidaya tanaman lada.

Yaitu dalam proses pembuatan untuk budidaya tanaman lada membutuhkan dana yang tidak sedikit, salah satunya biaya untuk membuat tiang yang dijadikan panjat tanaman lada menggunakan cor. Selain itu seperti yang kita ketahui harga buah bisa saja anjlok tanpa bisa kita perkirakan. Itulah yang membuat banyak orang untuk melirik komoditas yang lain.

Akan tetapi disamping itu semua justru hal inilah yang mendongkrak harga lada semakin melejit sedangkan untuk proses perawatan bisa terbilang cukup mudah.

Apabila anda ingin memulai bertani lada namun modal usaha untuk budidaya tidak memadai ada baiknya menanam bibit lada jenis perdu. Mengapa saya sarankan bibit lada perdu? banyak keunggulan lada perdu seperti biaya pembuatan lebih sedikit dikarenakan tidak memerlukan tiang panjat, proses panen lebih awal biasanya 2 tahun setelah tanam juga pemeliharaan dan proses panen yang mudah karena tanaman lada jenis perdu tidaklah memerlukan tiang. Selain itu tanaman jenis perdu ini bisa di tanam tumpang sari (berdampingan) dengan tanaman lain asalkan masih wajar.

Lalu bagaimana memulai budidaya lada jenis perdu?

1. Persiapan Bibit Lada Perdu

Bibit lada bisa di dapatkan dari penanaman biji, tetapi pada umumnya menggunakan cara stek karena lebih cepat tumbuh dan berbuah. Selain itu banyak juga penyedia bibit lada unggul. Anda juga bisa mendapatkan bibit lada unggul berbagai varietas seperti jenis perdu, sulur/solor dan batang dengan menghubungi penyedia bibit lada unggul ini.
JUAL BIBIT LADA UNGGUL


2. Lahan Budidaya Lada Perdu
Tanaman lada perdu cocok dibudidayakan dengan sistem tumpang sela maupun tumpang sari, karena tanaman ini
memerlukan naungan 25 – 50%. Lada perdu bisa ditumpang sela misalnya dengan pohon cengeh dan kelapa. Lada perdu juga bisa ditumpangsarikan dengan tanaman kacang tanah dan jagung.

Budidaya lada perdu dengan teknik polykultur memiliki beberapa keuntungan, antara lain dapat meningkatkan efesiensi penggunaan lahan, memberikan nilai tambah terhadap penghasilan petani serta mengurangi resiko kematian tanaman akibat cekaman lingkungan.

Tanaman lada perdu yang ditumpang sela dengan tanaman perkebunan memiliki persentase kematian lebih rendah dariapada budidaya lada secara monokultur. Selain itu sisa – sisa dari tanaman semusim yang sudah dipanen menjadi sumber bahan organik yang dapat membantu ketersediaan hara bagi tanaman lada.

Sistem perakaran tanaman lada perdu sangat dangkal dan sedikit, sehingga tanaman ini tidak tahan terhadap sinar matahari penuh. Lada perdu memiliki struktur akar yang dangkal dengan 63,8% perakaran terkonsentrasi pada kedalaman 0-50 cm dari permukaan tanah. Oleh sebab itu jika lada perdu dibudidayakan secara monokultur, sebelum penanaman lada perdu perlu dilakukan penanaman pohon pelindung terlebih dahulu.

Persiapan lahan dimulai pada musim kemarau, sehingga penanamannya dilakukan pada musim hujan, diawali dengan pembersihan lahan, pengajiran dengan jarak tanam 1,5 m x 1,5 m atau 1,5 m x 2 m, dan pembuatan lubang tanam dengan ukuran minimal 35 cm x 35 cm x 35 cm.

Penanaman dilakukan pada awal musim penghujan, bibit lada perdu ditanam secara tegak. Saat melepaskan polibag, sebaiknya media tanam diusahakan tidak pecah, karena dapat mengganggu perkembangan akar yang dapat berakibat kematian. Selanjutnya tanah di sekitar bibit lada dipadatkan.

Untuk mengurangi penguapan, bibit diberi naungan yang terbuat dari daun yang tidak mudah lapuk seperti daun alang-alang atau kelapa sampai tanaman kuat beradaptasi.


3. Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Lada Perdu

Secara umum pemeliharaan tanaman lada perdu lebih mudah dibanding lada panjat, karena tidak memerlukan pemeliharaan untuk tiang panjatnya, sehingga biaya produksi dapat ditekan. Pemeliharaan tanaman meliputi :

a. Penyiangan

Guludan individu tanaman harus selalu bersih bebas dari gulma, dengan cara penyiangan terbatas (bobokor), yaitu hanya menyiangi gulma di sekitar batang tanaman/tajuk.

b. Perompesan bunga

Tanaman lada perdu biasanya sudah berbunga pada umur ± 1 bulan setelah dipindah ke lapang. Bunga yang muncul harus segera dibuang sampai tanaman berumur ± 1,5 tahun (Gambar 4). Perompesan bunga sangat diperlukan untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif, dan dihentikan setelah tanaman cukup rimbun.

c. Penyiraman

Penyiraman sangat diperlukan terutama pada awal penanaman, setelah tanaman cukup kuat maka penyiraman dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

d. Perbaikan guludan

Mempertahankan bentuk dan tinggi guludan individu, dengan cara menaikkan kembali tanah yang terkikis air sekaligus pengendalian gulma

e. Perbaikan saluran drainase

Memperbaiki saluran drainase dengan tujuan menghindari terjadinya genangan air di areal kebun lada perdu yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman dan dapat menjadi sumber patogen.

Pemberian mulsa, baik mulsa plastik maupun mulsa alam, sangat dianjurkan terutama pada musim kemarau. Selain untuk mempertahankan kelembaban pada tanah juga berguna sebagai pupuk organik dan dapat menekan pertumbuhan gulma.


4. Pemupukan Tanaman Lada Perdu

a). Pemberian pupuk akar

Pemupukan tanaman lada disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Pada tahun I pupuk NPKMg (12:12:17:2) 50 g/tanaman/tahun, diberikan 4 kali setahun. Pemberian pupuk dilakukan mulai 3 bulan setelah tanam (BST). Pada tahun II dosis pupuk 100 g/tanaman/tahun dan tahun III dan seterusnya 200 g/tanaman/tahun (Syakir dan Azri, 1994 dalam Syakir, 1996). Pemberian pupuk dilakukan setiap pada awal musim hujan. Pupuk diberikan dengan cara dibuat larikan atau ditugal ± 20 cm dari pangkal batang lada. Pemberian pupuk kandang diberikan setiap tahun pada awal musim kemarau dengan dosis 5-10 kg/tanaman/tahun.

b). Pemberian pupuk daun

Untuk mempercepat pertumbuhan vegetatif (agar tanaman cepat rimbun) dilakukan pemberian pupuk daun dengan cara disemprot 2 kali sebulan atau sesuai dengan kebutuhan.


5. Penanggulangan Hama dan Penyakit Lada Perdu

Untuk mencegah terjadinya serangan hama dan penyakit, dilakukan penyemprotan pestisida 1 kali sebulan atau sesuai dengan kebutuhan. Pemberian bambu bertujuan untuk menghindari kontak langsung daun lada dengan tanah sebagai salah satu upaya untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT).


6. Panen dan Paska Panen Lada Perdu

Lada perdu mulai berproduksi pada umur 2 tahun, dan panen selanjutnya dilakukan setiap tahun sampai tanaman berumur lebih dari 10 tahun, tergantung pemeliharaan. Panen pertama dapat menghasilkan ± 200 g lada kering/tanaman. Panen berikutnya akan meningkat sampai ± 300 g lada kering/tanaman. Waktu panen sangat ditentukan oleh jenis lada yang akan dihasilkan dan tidak berbeda dengan lada panjat, yaitu lada hitam dan lada putih. Pemanenan lada perdu cukup mudah karena tidak memerlukan tangga.
Share This :